Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas


Salaam,

Sering dalam kehidupan sehari-hari kita mendengar, bahkan mengucapkan kalimat seperti ini:

“Sudah, kita pasrahkan saja sama Yang Di Atas.”

“Hey, Jabrik! Kontrol tu tabiat. Inget sama Yang Di Atas!”

Ya, mulai saat ini jangan pernah lagi menyebut Tuhan sebagai “Yang Di Atas” karena tanpa Anda sadari itu merupakan perkataan yang tidak sopan di hadapan Tuhan.


(bahkan dapat digolongkan sebagai syirik khafi/halus!). Peringatan inilah yang sering diwanti-wanti oleh setiap guru tauhid.

Mengapa?

Karena frasa tersebut tanpa Anda sadari adalah bentuk personifikasi atau pemakhlukan Tuhan.

Karena pengertian dari kalimat itu tidak sesuai dengan salah satu sifat Allah, yaitu Qiyamuhu

bi Nafsihi,’berdiri dengan sendirinya’ yang jika diperdalam, pemaknaannya adalah bahwa

Tuhan itu tidak bertempat dan tidak mengambil tempat.

Kita saat ini berada di sebuah ruangan (kamar atau rumah).  Di dalam kamar, kita dapat menunjuk lampu itu di atas dan lantai di bawah. Artinya, wujud kita lebih kecil daripada  kamar yang kita tempati. Kita mengambil tempat di dalam kamar.

Bumi, planet-planet, galaksi, dan benda langit lainnya mengambil tempat di angkasa raya. Artinya, luar angkasa itu lebih besar daripada benda-benda antariksa itu.

Di sinilah letak kekeliruan kita ketika mengucapkan frasa Yang Di Atas sebagai kata ganti Tuhan.

Jika Tuhan itu benar-benar ada di atas, berarti Tuhan itu lebih kecil daripada angkasa yang maharuang itu.

Ini tidak mungkin! Karena Tuhan itu Mahabesar. Allahu Akbar.

Bukankah ini amat membuktikan kebenaran sabda Rasulullah,”Adiinul aqli“, agama itu (masuk) akal. [??]

Di sisi lain, berkali-kali di dalam Quran disebutkan bahwa Allah itu meliputi segala sesuatu dan ayat dengan pengertian meliputi.

Q.S. An-Nisa:126

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۚ وَڪَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ۬ مُّحِيطً۬ا (١٢٦) 

Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah Allah Maha Meliputi segala sesuatu.

Q.S. Fussilat:54

أَلَآ إِنَّہُمۡ فِى مِرۡيَةٍ۬ مِّن لِّقَآءِ رَبِّهِمۡ‌ۗ أَلَآ إِنَّهُ ۥ بِكُلِّ شَىۡءٍ۬ مُّحِيطُۢ

Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka.

Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.

Q.S. Al-Baqarah:19

وَٱللَّهُ مُحِيطُۢ بِٱلۡكَـٰفِرِينَ

Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.

Q.S. Al-Baqarah: 115

وَلِلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَٱلۡمَغۡرِبُ‌ۚ فَأَيۡنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجۡهُ ٱللَّهِ‌ۚ

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah.


Makna kata meliputi jika dicermati jelas-jelas tidak mengacu kepada pengertian arah, tetapi mengacu pada keadaan menyelubungi.

Lebih lanjut, Imam Abdul Qaahir bin Thoohir bin Muhammad al-Baghdadi menulis dalam karangannya yang masyhur “al-Farqu baina al-Firaq” pada fashal ke 3 dalam menerangkan segala usul yang telah disepakati (telah diijma`kan) oleh Ahlus Sunnah wal Jama`ah pada halaman 256 menulis antaranya:

Dan Ahlus Sunnah wal Jama`ah telah ijma` bahawasanya Allah s.w.t. tidak bertempat dan tidak lalu atasNya masa, bersalahan dengan pegangan golongan al-Hisyaamiyyah dan al-Karaamiyyah yang mendakwa Allah bertempat di arasyNya. Dan telah berkata Amirul Mu’minin ‘Ali r.a.: “Sesungguhnya Allah ta`ala telah menciptakan arasy untuk menzahirkan qudratNya dan bukan untuk dijadikan tempat bagi zatNya”. Baginda juga berkata: “Dan adalah Allah ta`ala wujud tanpa tempat dan Dia sekarang atas sebagaimana sediakalanya”.

Simpulannya:

Tuhan itu tidak bertempat dan tidak mengambil tempat.Segala sesuatulah yang mengambil tempat di dalam Tuhan.

Jadi, bagaimana solusinya?

Langsung sebut saja Nama-Nya: Tuhan atau Allah Swt. (bagi muslimin).

Allahua’lam.


About MUX SPARROW

Just the most interesting man in your life, ahaha!

5 responses to “Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas

  1. YUPZ SETUJU BANGET…………….. temen-temen juga banyak to yang bilang kayak gt sob……ok2 tks atas infonya…….

  2. wah, makasih kembali, gan.. atas komennya terutama..😉

  3. sayyid

    salam,
    mas,
    ilmu Allah meliputi segala sesuatu (lauh mahfuz).
    Aku adalah prasangkaan hambaku terhadapKU.(hadits qudsi).
    jika seorang hamba mengatakan bahwa Allah maha dekat, bahwa sesungguhnya Allah benar dekat.
    jika seorang hamba mengatakan bahwa tiada sekutu bagi Allah,bahwa benar sesungguhnya tiada sesuatupun baik di langit maupun dibumi yg setara dengan DIA.

    salam,
    sayyid

    • Alaikum salam, Mas Sayyid🙂

      Subhanallah, setuju, Mas.. memang satu-satunya prasangka yang tepat bagi Allah adalah prasangka baik. Mustahil yang bernama Tuhan itu zalim, ya..

      hadis qudsi itu juga yang menjadi resep rahasia saya pribadi dalam upaya sabar dan ikhlas menerima segala kenyataan. InsyaAllah… terima kasih, Mas Sayyid.. May Allah Bless You. Amin.🙂

  4. pratama

    Allah ada dimana-mana tetapi tidak kemana-mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: