Mengapa Ateisme Itu Lucu



Inspirasi tulisan ini muncul setelah seorang kawan dalam percakapan (chats) di sebuah jejaring sosial menyatakan dirinya seorang atheis. Dia menertawakan orang2 yang beragama dengan mengatakan bahwa kasihan sekali orang-orang yang percaya Tuhan itu, mereka menganggap ada sang “Teman Imajiner” itu.



Sambil lalu, dia bilang bahwa Tuhannya adalah permainan bola basket (padahal negaranya itu sama sekali tidak terkenal sebagai juara basket, ahahahaha). Lalu, dengan agak serius, dia berkata lagi, bahwa Tuhannya adalah jiwanya (
soul). Kubalas pula dengan santai,”Jiwaku itu buatan Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri.” Dia lalu diam seribu bahasa, heheheh.

Kebanyakan sumber sejarah menyatakan bahwa atheisme telah ada sejak zaman Yunani menjadi mercusuar peradaban. Dari masa itu, hingga masa kegelapan dan rennaisance keberadaan orang atheis belumlah memiliki andil hingga datang orang-orang besar semacam Ludwig Feurbach, filsuf palu Nietche2) , Proudhon serta Bakunin3) ikut serta melanjutkan ide Heraklitos dan Demokritos (filsuf Yunani)4), dan dii kemudian hari ada Karl Marx.(http://berandalanpuritanartikel.blogspot.com/2009/11/dogma-atheisme-oleh-divan-semesta.html)

Akan tetapi, tampaknya yang paling memopulerkan paham atheisme untuk era ini adalah Darwinisme. Teori evolusi Darwin kini terbukti hanya isapan jempol belaka, mungkin hanya teori perkawinan silang bunga putih dan bunga merah menjadi bunga merah muda saja yang benar2 ilmiah darinya. (lihat:http://www.harunyahya.com/articles/70the_fall_of_atheism_sci34.php)

Teori Evolusi Darwin yang menyatakan bahwa awal kehidupan ini dari benda mati (oksigen+hidrogen+sedikit petir –> protein dan bahwa nenek moyang manusia itu makhluk bersel satu) di kemudian hari melahirkan paham-paham filosofis konyol seperti Materialisme hingga Satanisme.

Materialisme pada prinsipnya meyakini bahwa dibalik fenomena alam tidak terdapat kekuatan gaib. Alam berjalan dengan semestinya, disebabkan oleh materi yang merupakan unsur semesta yang tak terbagi dan kekal. Satanisme lebih lucu lagi, mereka menamakan dirinya Satanis, tapi juga tidak percaya ada setan, bwaahahahah.

Sebagian besar dari mereka berpandangan bahwa kalau mereka mati, ya sudah, hilang begitu saja. Seperti binatang mati, bunga layu, atau kayu terbakar menjadi abu. Kembali menjadi unsur alam. Hmm.. inna lillahi wa inna ilayhi raji’un model baru nih xD.

Al-Jatshiyah: 24

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُم بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.

DARWINISME –> CHAUVINISME –> MATERIALISME–> SATANISME <Nauzubillah>


Kembali pada kawan atheis saya tadi, dia kemudian berceloteh,”Jika Tuhan itu ada, mengapa orang2 di Somalia begitu menderita? (dia bukan dari Somalia)

Waktu itu, percakapan terhenti dan beralih ke topik lain. Sebenarnya ingin kukatakan padanya hal-hal berikut ini,

-Ketika kamu mengatakan hal tentang Somalia itu, tandanya kamu bukan tidak percaya Tuhan ada, tapi tampaknya kamu telah merasa dikecewakan Tuhan. Bahwa menurutmu, harusnya Tuhan itu “adil” dan “baik”.

– Tuhan itu bertindak sesuai dengan Keinginan-Nya, bukan berdasarkan keinginan kita, makhluk yang selalu menuruti hawa nafsu. Tuhan itu bebas dari prinsip baik dan buruk. Karena Tuhanlah Pencipta baik dan buruk itu. Keadilan Tuhan pasti sangat berbeda dengan keadilan manusia di meja persidangan, hehehe.


– Hal-hal buruk yang terjadi di Somalia, bisa saja merupakan hukuman (karena mereka bertindak zalim terhadap diri mereka sendiri) atau bisa jadi merupakan ujian bagi mereka (untuk berkembang menjadi sebuah masyarakat yang lebih baik), seperti arang di dasar bumi yang ditekan dari berbagai arah sehingga ia menjadi sebutir intan, benda paling keras dan paling berharga di bumi.

Qaf (50) No. Ayat : : 29

مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.

– Jika kamu mati, lalu nyawamu; intelektualitasmu; keunikan dirimu, hilang begitu saja, seperti debu tertiup angin, hmm… saya kira tidak demikian. Jiwamu; intelektualitasmu; keunikanmu itu terlalu keren untuk musnah begitu saja. Kalau begitu, benar2 terbukti humanisme itu nonsense yah, hehehehe xD

Orang-orang atheis umumnya memandang diri mereka lebih pintar daripada orang-orang beragama. Padahal, Tuhan sendiri memandang mereka itu lebih dungu daripada manusia prasejarah zaman batu yang menyembah bintang-bintang. Ini masuk akal karena manusia-manusia primitif ini terbatas secara logika, tetapi jiwa dan iman mereka tidak buta. Mereka mengakui ada kekuatan besar di luar diri mereka yang mengatur alam raya.

Hadis: “Barangsiapa mengandalkan pendapatnya sendiri, ia akan tersesat.”

“Otak bekerja berdasarkan indera, tetapi nurani dapat melihat permata di dasar lautan.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Al-Baqarah (2) : 62

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

*orang-orang shabiin adalah para penyembah gemintang.

Allahu ‘alam bishawab

About MUX SPARROW

Just the most interesting man in your life, ahaha!

Ditulis dalam Tauhid

Tags:

Permalink 9 Komentar

9 responses to “Mengapa Ateisme Itu Lucu

  1. selamat pagi

    terserah sih sama orang2 ateis,
    asal gak bikin kekacauan aja.

    tiap orang punya pikiran masing2.

    terima kasih dan mohon maaf😮

  2. hai…
    Iya sih, waktu itu kebetulan di chats orang ateis sendiri yang mulai “kekacauan”, heheeh

    dan tujuan penulisan ini sesungguhnya mau ngasih tau orang2 beragama kalau kita hidup jangan dengan pikiran kita sendiri.. karena apa yang kita pikir bener, belum tentu menurut Tuhan, ‘kan?!🙂

    btw, makasih udah komen, sob..🙂

  3. wonkawam

    Semakin manusia menyatakan tidak ada Tuhan, sesungguhnya semakin nyata keberadaan Tuhan itu tampak pada dirinya, namun dirinya mendustakan kenyataan itu.

    Bagai mana mungkin seorang atheis mengatakan tidak ada Tuhan, berarti dia telah minimal memahami bahwa segala sesuatu di dunia ini ada penciptanya.

    Kecuali kalau dia tidak mengenal Tuhan dan tidak tahu perbuatan Tuhan atas segala ciptaan nya termasuk dirinya, pasti dia bukan menolak untuk percaya namun akan bertanya Tuhan itu apa dan siapa.

    Maka memang benar-benar suatu kelucuan sekaligus kedunguan yang terjadi kepada ATHEIS itu………

  4. nice writing bro
    setuju bgt ama tulisannya

  5. bahtiarian

    karena itu Tuhan mengajarkan manusia, pertama-tama untuk menafikan tuhan >>> لا اله
    setelah itu menisbatkan Tuhan >>> إلا الله
    ….. لا اله إلا الله
    tidak ada tuhan, kecuali الله
    there is no god, but Allah…

    • Tidak ada Tuhan itu pahaman Atheis. Ha ha ha.. Yang sebenarnya LA ILAHA ILLALLAH itu artinya TIDAK ADA YANG DI SEMBAH MELAINKAN ISMUDZAT YANG MAHASUCI LAGI MAHATERTINGI. // ALLAH ITU ISMUDZAT artinya NAMA BAGI DZAT YANG MAHASUCI LAGI MAHATERTINGI itulah yang di Namai.. ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA. BAROKALLAH FIIKUM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: